Kamis, 07 Oktober 2010

komentar dari tugas TPKI 4

Nama : Yulia Masri
Semester : III B
NIM : 2009.1045
email : yulia_masri@yahoo.com
http : //yuliamasri-yuliamasri.blogspot.com
Tugas : TPKI

Kecelakaan Kereta Api ( KA ) yang mengenaskan. Berulang kali kecelakaan Kereta Api terjadi.kita katakan mengenaskan karena,kecelakaan ini menelan korban yang tidak sedikit, sebanyak 40 jiwa melayang dalam kecelakaan ini.Ini suatu peringatan sekaligus pelajaran penting ,bagi Bangsa ini. Khususnya bagi instuisi Transportasi di Indonesia. Kecelakaan ini menjadi pembelajaran yang amat berharga, agar jangan sampai terulang lagi.
Kereta Api Indonesia harusnya, lebih bijak dalam menangani masalah kecelakan ini. KAI juga mau mengakui kesalahannya. bukan dengan mengkambing hitamkan masinis, petugas lapangan, & pegawai kecilnya.ini menjadi PR bagi semua, kita harus mampu mengevaluasi kemampuan manajerial, dari pejabat – pejabat yang mengurusi perhubungan perkeretaapian. Pengelolaan kereta api yang baik, bukanlah sesuatu yang sulit untuk di pelajari. Kita bisa belajar dari banyak Negara, bagaimana mengelola sistem Kereta Api yang dapat diandalkan. Karena Kereta Api, merupakan sarana Transportasi yang vital.
Disamping itu, JAM KARET adalah ciri yang selalu mengingatkan kepada Kereta Api Indonesia. Dalam sejarahnya, Kereta Api Indonesia, tak pernah tiba tepat waktu sesuai jadwalnya. Telat 1-2 jam sudah biasa dan menjadi cerita lama, yang tak pernah di gubris sedikitpun, oleh pihak Kereta Api Indonesia. Harusnya para pegawai PT KAI, sadar bahwa mereka bekerja bukan untuk mencari kekayaan semata.mereka harus loyalitas, dalam kinerja yang baik dalam melayani masyarakat.
Untuk mengantisipasi supaya kecelakaan Kereta Api tidak terulang lagi. Maka diperlukan solusi perubahan, dengan keterpaduan kerja perhubungan, kepolisian, dan instansi – instansi, baik privat, maupun pemerintah. Agar semua sopir, / driver yang terkait dengan pelayanan umum seperti : sopir Bus, tak cukup punya SIM saja. SIM adalah hard skill. Soft skill seperti, kehati hatian, teliti, komitmen sebagai pelayan publik. Kalau hanya punya SIM tapi ugal- ugalan, mabok, dan sebagainya. Persyaratan masinis, sopir Bus, trailer dan sebagainya mesti dirubah.
Tidak terlepas dari semua itu, menurut sudut pandang dunia pendidikan.bahwa musibah kecelakaan tabrakan Kereta Api di pamalang. Tidak terlepas dari masih kurangnya sumber daya manusia itu sendiri. Memang di Negara kita Sumber Daya Manusia masih rendah. Di karenakan tingkat pendidikan rakyat Indonesia masih rendah. Kalau tingkat pendidikan Bangsa ini di tingkatkan, maka Sumber Daya Manusianya juga akan meningkat. Dengan begitu, akan meminimalisir kebobrokan dan kelemahan bangsa ini, di berbagai sektor. Bukan hanya di bidang perhubungan saja. Bisa jadi dengan meningkatnya SDM rakyat Indonesia, maka tidak akan ada lagi koruptor – koruptor di Negara ini. Yang menjadi musuh utama Bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar