Selasa, 18 Mei 2010

Tugas Makalah Individu

BEHAVIOURISME

BAB II
ALIRAN PSIKOLOGI BEHAVIOURISME


A. Sekilas Tentang Behaviourisme
Aliran Behaviourisme adalah satu aliran dalam ilmu psikologi yang menekankan objek penelitiannya pada perilaku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang objektif dalam mempelajari manusia.
Aliran ini mengemukakan bahwa obyek psikologi hanyalah perilaku yang kelihatan nyata, dan menolak pendapat sarjana psikologi lain yang mempelajari tingkah laku yang tidak tampak dari luar.
Jadi bisa dikatakan psikologi Behaviourisme sebagai “ ilmu jiwa tanpa jiwa “ dalam artian ilmu tentang study ke-jiwa-an tapi bukan itu sendiri yang jadi objek penelitiannya, akan tetapi adalah tingkah laku, prilaku yang dapat dilihat dan diamati serta di analisis.
Aliran psikologi Behaviourisme didirikan pada tahun 1913 oleh JB Watson yang kemudian dikembangkan dan di gerakan oleh BF Skiner. Aliran Behaviourisme juga termasuk Aliran Revoliusioner, kuat dan berpengaruh serta memiliki akar sejarah yang dalam.
Behaviourisme lahir sebagai reaksi terhadap Instrokpesionisme dan psikoanalisa. Behaviourisme ingin menganalisa bahwa prilaku yang tampak saja yang dapat diukur, dilukiskan dan di ramalkan.
Kaum Behaviourisme memang sangat mengagungkan proses belajar, terutama proses belajar Asosiatif atau proses belajar Stimulus, Respon sebagai penjelasan terpenting tentang tingkah laku manusia ( Goble, 1987 : 23 ).
Behaviourisme memandang bahwa ketika manusia lahir, dia tidak membawa bakat apapun . Manusia berkembang berdasarkan stimulus yang diterimanya dari lingkungan sekitarnya.pandangan ini beranggapan bahwa apapun jadinya seseorang satu-satunya yang menentukan adalah lingkungannya.


B. Ciri – ciri utama Aliran Behaviourisme
1. Aliran ini mempelajari perbuatan manusia bukan dari kesadarannya, melainkan hanya mengamati perbuatan dan tingkah laku yang berdasarkan kenyataan. Pengalaman-pengalaman bathin dikesampingkan dan hanya perubahan gerak gerik pada badan sajalah yang di pelajari. Maka sering dikatakan bahwa Behaviourisme adalah ilmu jiwa tanpa jiwa.
2. Aliran Behaviourisme kuat berorientasi pada ilmu alam; dan sesuai dengan psikologi asosiasi, ia selalu mencari elemen-elemen tingkah laku yang paling sederhana, yaitu refleks.
3. Segala macam perbuatan dikembalikan pada refleks. Behaviourisme mencari unsur- unsur yang paling sederhana yakni perbuatan- perbuatan bukan kesadaran, yang dinamakan refleks. Refleks adalah reaksi yang tidak disadari terhadap suatu perangsang. Manusia dianggap suatu kompleks refleks atau suatu mesi reaksi.
4. Behaviourisme berpendapat bahwa pada waktu dilahirkan semua orang adalah sama. Menurut Behaviourisme pendidikan adalah maha kuasa. Manusia hanya makhluk yang berkembang karena kebiasaan-kebiasaan dan pendidikan dapat mempengaruhi refleks sekehendak hatinya.
5. Faktor pembawaan dan bakat tidak mempunyai peranan sama sekali; “pendidikanlah” yang



C. Prinsip Dasar Behaviourisme.
Behaviourisme tidak menyelidiki kesadaran dan peristiwa-peristiwa psikis karena hal ini adalah abstrak, tidak dapat dilihat sehungga tidak dapat diperiksa dan dapat dipercayai. Oleh sebab itu, ahli-ahli faham ini memegang teguh prinsip :
(1) Objek psikologi adalah behavior, yaitu gerak lahir yang nyata, atau reaksi reaksi manusia terhadap perangsang – perangsang tertentu.
(2) Unsur behavior adalah refleks, yaitu reaksi tak sadar atas perangsang dari luar tubuh.
(3) Prilaku nyata dan terukur memiliki makna tersendiri, bukan sebagai perwujudan dari jiwa atau mental yang abstrak.
(4) Aspek mental dari kesadaran yang tidak memiliki bentuk fisik adalah pseudo problem untuk sciene, harus dihindari.
(5) Penganjur utama adalah Watson : Overt, observable behavior, adalah satu-satunya subyek yang sah dari ilmu psikologi yang benar.
(6) Dalam perkembangannya, pandangan Watson yang ekstrem ini dikembangkan lagi oleh para behaviorist dengan memperluas ruang lingkup studi Behaviourisme dan akhirnya pandangan Behaviourisme juga menjadi tidak seekstrim Watson, dengan mengikutsertakan faktor-faktor internal juga, meskipun fokus pada overt behavior tetap terjadi.
(7) Aliran Behaviourisme juga menyumbangkan metodenya yang terkontrol dan bersifat positivistik dalam perkembangan ilmu psikologi.
(8) Banyak ahli (a.l. Lundin, 1991 dan Leahey, 1991) membagi Behaviourisme ke dalam dua periode, yaitu Behaviourisme awal dan yang lebih belakangan



D. Tokoh dan Teori Aliran Beaviorisme.
1. John Broadus Watson
Teorinya yang disebut Watson Behaviorism. Disini Watson mendefinisikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan tingkah laku. Karangan-karangan Watson yang penting antara lain : Behavior;an I Introductio to Comperative Psychology (1914), Behaviorism (1925), Psycology as Behaviorist View it (1913), dll...
2. Edward Lee Thorndike (1874-1949)
Thorndike mengembangkan teori asosiasionisme yang sangat sistematis dan salah satunya teori belajar yang paling sistematis. Ia membawa ide-ide asosiasi para filsuf ke dalam level yang empiris dengan melakukan eksperimen terhadap ide-ide filosifis tersebut. Thorndike juga mengakui pentingnya konsep reinforcement dan reward serta menuliskan teorinya tentang ini dalam ‘law of effect’ tahun 1898 (bandingkan dengan Pavlov yang baru menuliskan idenya tentang reinforcement pada 1902)
3. William James
James adalah perintis jalan filsafat pragmatisme. Pandangannya tentang filsafat dan psikologi ditulis dalam bukunya “Principles of Psychology”. Adapun pokok ajaran Pragmatisme itu adalah : tiap berpikir mengandung maksud tertentu, yaitu menyempurnakan hidup.
4. Mac Dougall
Sebagai ahli jiwa, Mac Dougall mempelajari masalah insting sedalam-dalamnya. Insting dipandang sebagai pendorong penting dalam segala kegiatan. Ia memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gerak perbuatan dan tingkah laku hewan dan manusia. Namun demikian ia kadang-kadang menyerang sifat-sifat mekanistis dari behaviourisme.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar